Berita

Profil Pimpinan Inspiratif, P3KLL Wawancarai Kepala Badan Litbang Inovasi

Kabadan 1P3KLL (Jakarta, Oktober 2020)_Dalam rangka pengumpulan data dan informasi terkait pembuatan profil pimpinan inspiratif, tim Publikasi Puslitbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL) beberapa waktu lalu mewawancari Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, sebagai Kepala Badan Litbang Inovasi (BLI) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di kantor KLHK, Manggala Wanabakti, Jakarta.

BLI – KLHK yang dipimpin oleh Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc mempunyai tugas; menyelenggarakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian, pengembangan dan inovasi kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. BLI – KLHK merupakan 1 diantara 13 eselon I lingkup KLHK.

Sedangkan P3KLL merupakan 1 diantara 4 satuan kerja (satker) setingkat eselon II yang berada dibawah  BLI – KLHK yang mempunyai tugas melaksanakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang kualitas lingkungan dan pengelolaan laboratorium lingkungan.

Kabadan 2Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, lahir di Surabaya, pada 7 Agustus 1963, mempunyai seorang istri dan dua orang anak, memiliki Riwayat Pendidikan Sarjana S1 Kehutanan di Institut Pertanian Bogor, kemudian S2 di The University of New England serta melanjutkan pendidikan S3 di Institut Pertanian Bogor. Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, mempublikasikan 4 buku yang berjudul: Saatnya Berubah, Trilogi Indonesia Menghadapi Perubahan Iklim, Peta Jalan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDG’S dan Pojok Iklim. Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, mempunyai Moto: “Do Your Best”- Kerjakan dengan Cara Terbaik Hal Remeh akan Menjadi Istimewa.

Wawancara yang berlangsung sekitar 30 menit memberikan sejumlah pertanyaan ke pak Agus Justianto yang dengan antusias menjawab semua pertanyaan. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat kami dirangkum secara singkat:

P3KLL: “Sejak hampir 3 tahun Bapak menjadi Nakhoda di Badan Litbang dan Inovasi (BLI), Bagaimana harapan bapak kedepan untuk BLI di Dunia Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Indonesia untuk kedepannya?”

Ka. BLI: “BLI sangat dibutuhkan tertutama dalam memberikan masukan kebijakan, karena untuk mengambil suatu kebijakan seorang pimpinan di Kementerian memerlukan input baik itu scientific based maupun evidence based sehingga disini peran BLI sangat penting, karena selama ini yang saya rasakan, kami juga sudah banyak membuat policy brief untuk masukan kebijakan dan itu sangat dibutuhkan oleh pimpinan dalam mengambil keputusan, dan saya yakin kedepan, masukan kebijakan ini sangat diperlukan oleh karena itu saya berharap BLI bisa tetap konsisten untuk memberikan masukan yang memadai kepada pimpinan.”

P3KLL: “Terkait transformasi organisasi dari BLI menjadi Badan Standarisasi Instrumen (BSI), Bagaimana pandangan Bapak?”

Ka. BLI: “Perubahan adalah keniscayaan, jadi dengan dinamika yang ada tentu perubahan organisasi mungkin saja terjadi, memang ada rencana terkait dengan perubahan organisasi di KLHK, karena sesuai dengan arahan Presiden maka BLI akan bergabungan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan untuk mengisi kekosongan terutama terkait dengan masukan kebijakan dan juga masukan kepada pimpinan, ternyata masih diperlukan suatu Badan yang kita sebut Badan Standarisasi Instrumen (BSI) Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan ini akan menyatukan semua kegiatan yang terkait dengan penyusunan norma standar peraturan dan kebijakan NSPK, sehingga BSI diharapkan mampu menjadi organisasi atau unit yang bisa memberikan standar untuk semua instrument di dalam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kedepan.”

P3KLL: “Dan sebelum bertransformasi ke organisasi BSI, apakah BLI memiliki “PR” atau target terdekat untuk dapat diwujudkan?

Ka. BLI: “Saya pikir masih banyak PR yang harus kita selesaikan, terutama banyak kegiatan BLI yang menjadi masukan dalam pengambilan kebijakan, saya berharap dalam masa transisi ini BLI tetap memainkan perannya untuk memberikan masukan dalam pengambilan keputusan, selain itu saya juga melihat banyak hal yang menjadi kekuatan dari BLI karena saya melihat BLI ketika saya pertama kali dilantik menjadi kepala Badan, BLI ini semacam harta karun yang masih banyak potensinya untuk bisa digali dan saya sudah mencoba untuk menggali berbagai “harta karun” dan ternyata masih banyak lagi, dan saya yakin kedepan, kegiatan BLI sangat potensial untuk mendukung tidak hanya kebijakan, tapi juga untuk manfaat bagi banyak orang khususnya yang terkait dengan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi.”

P3KLL: “Semenjak Bapak berkarir di BLI, hal membahagiakan apa yang pernah Bapak rasakan?”

Ka. BLI: “Saya paling bahagia kalau bisa mencetak pemimpin, karena saya sejak awal dari dulu selalu bercita-cita kalau menjadi seorang pemimpin saya harus bisa mencetak seorang pemimpin lebih banyak lagi, jadi seorang pemimpin yang baik itu bukan mencetak pengikut atau follower tapi mencetak leader yang lebih banyak dan saya merasa beberapa yang saya anggap menjadi champions sudah muncul sehingga itu yang membuat saya bahagia karena kebahagiaan seorang leader adalah ketika dia mampu mencetak leader-leader yang lain.”

P3KLL: “Apa kesan Bapak terhadap pencapaian KLHK di Bidang Laboratorium Lingkungan?”

Ka. BLI: “Saya melihat potensi laboratorium kita sangat vital karena sangat dibutuhkan untuk mendukung implementasi program-program pemerintah, oleh karena itu saya pikir kedepan laboratorium lingkungan khususnya sangat dibutuhkan dan harus dikembangkan karena masalah-masalah lingkungan yang perlu dilakukan uji laboratorium.”

P3KLL: “Apa harapan Bapak dengan peran P3KLL sebagai laboratorium lingkungan rujukan nasional?”

Ka. BLI: “Pentingnya laboratorium nasional menurut saya sering diibaratkan sebagai jantung pada manusia, artinya sistem pengelolaan lingkungan tidak akan berjalan efektif dan efisien tanpa didukung oleh laboratorium, oleh karena itu pengelolaan laboratorium lingkungan bukan hanya dibutuhkan laboratorium yang memenuhi syarat dan representatif tapi juga yang jauh lebih penting adalah diperlukan manajemen laboratorium yang baik, kemudian juga peralatan laboratorium yang lengkap, SDM yang kompeten, dan anggaran yang memadai.”

P3KLL: “Bagaimana menurut Bapak cara membagi waktu untuk mengabdi kepada Negara dan mencurahkan waktu untuk orang-orang terkasih khususnya keluarga?

Ka. BLI: “Tentunya semakin tinggi jabatan ternyata waktu untuk kerjaan semakin banyak dan memang betul harus bisa membagi waktu karena keluarga juga penting kebetulan sampai saat ini anak-anak saya masih bersama saya dirumah yang sama sehingga saya usahakan diwaktu weekend untuk bisa berkomunikasi bisa melakukan kegiatan yang sama walapun tidak mudah, tetapi yang penting adalah waktu yang efisien untuk berbagi dengan keluarga.”***AF