BeritaLaboratorium

P3KLL Gunakan Passive Sampler untuk Sampling Merkuri

P3KLL (Serpong, April 2020)_Personel laboratorium P3KLL kembali melakukan sampling merkuri menggunakan Passive Sampler tahap kedua, pada Rabu, (8/04/2020) yang merupakan rangkaian uji coba monitoring merkuri di udara ambien, sebagai salah satu bentuk kegiatan member Asia Pacific Mercury Monitoring Network (APMMN).

Sampling ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol social distancing ditengah masih mewabahnya virus COVID-19.

Uji Coba yang diinisiasi oleh Environment and Climate Change Canada (ECCC) ini, pada akhirnya akan dievaluasi kelayakan penerapannya sebagai alternatif monitoring merkuri di udara ambien.

Pada bulan Januari lalu, P3KLL juga melakukan sampling tahap kesatu bersamaan dengan starting data monitoring tahun 2020 menggunakan alat Automatic Mercury Rain Sampler type MIC-B bantuan APMMN.

P3KLL juga melakukan verifikasi sampling merkuri di udara ambien menggunakan gold-trap sebagai bagian dari pengembangan metode dan metrologi di P3KLL. Adapun secara pararel metoda gold-trap ini telah diajukan dan on-going pembahasan sebagai Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) bersama Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan (Pustanlinghut).

“Monitoring ini sekaligus mensupport Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM), dalam hal menilai efektivitas program pengurangan dan penghapusan merkuri di Indonesia,” ungkap Rina Aprishanty personel Bidang Metrologi P3KLL.

Passive Sampler merupakan alat sampling yang menggunakan metoda alternatif yang murah dikarenakan tidak membutuhkan listrik, hanya mengandalkan proses difusi dari zat pencemar terhadap media penyerapnya. Dalam hal ini merkuri diserap oleh media arang aktif yang dilapisi oleh Sulfur. Data yang dihasilkan memberi indikasi yang sangat informatif, meskipun less sensitive karena hasil akumulasi periode 3 bulan.

Passive Sampler dapat diterapkan di banyak lokasi tanpa membutuhkan skill tertentu, sehingga idealnya dapat didistribusikan di banyak lokasi dan analisanya terpusat di satu Laboratorium.

Passive Sampler sangat aplikatif diterapkan di Indonesia dengan keterbatasan dana pemantauan terutama di daerah-daerah pedalaman yang mana masih terdapat banyak sumber merkuri dari kegiatan Penambangan Emas Skala Kecil (PESK).