Kampus BLI Serpong Tuan Rumah Rakornis Badan Litbang & Inovasi 2016

R BLI-1P3KLL (Serpong, 27/7/2016)_Menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan bagi Kampus BLI (Badan Litbang dan Inovasi) – Serpong atau Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (Puslitbang KLL) yang telah dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakornis Badan Litbang dan Inovasi pada 20 s/d 22 Juli 2016. Suatu prestasi untuk kali pertama Rakornis BLI dilaksanakan di Puslitbang ex-Lingkungan yaitu Puslitbang KLL setelah penggabungan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. Sedangkan Puslitbang lainnya maupun Balai-Balai di daerah  belum mendapat kesempatan menjadi tuan rumah kegiatan Rakornis BLI. Ini bisa diartikan bahwa keberadaan Puslitbang KLL sudah meresap dan dipahami dipemikiran teman-teman dari ex-Kehutanan. Sehingga diharapkan dengan kondisi ini diwaktu kedapan akan terjadi merger seutuhnya lingkungan hidup dan kehutanan baik dalam melaksanakan penelitian maupun pelaksanaan kegiatan-kegiatan lainnya.

R BLI-2Kegiatan Rakornis BLI 2016 dibuka oleh Dr. Henry Bastaman, Kepala Badan Litbang dan Inovasi, dihadiri Wakil Walikota Tangerang Selatan dan sekitar 250 peserta Rakornis BLI dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya,  Wakil Walikota mengharapkan dukungan hasil penelitian BLI sangat dibutuhkan di Tangerang Selatan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan pencemaran, persampahan, perkotaan, permasalahan polusi udara tinggi (polutan logam berat Pb di udara) di industri sekitar yang seharusnya dapat diselesaikan dengan hasil IPTEK BLI. Kemudian para peserta Rakornis melakukan diskusi aktif untuk memberikan masukan dan saran dalam peningkatan program-program Badan Litbang dan Inovasi. Selain untuk penyusunan perencanaan dalam Rakornis juga dibahas beberapa kendala, penyebab dan cara penyelesaiannya yang terkait dengan dukungan manajemen seperti keuangan, kepegawaian dll dan juga peningkatan kapasitas peneliti, kualitas penelitian dan hasil/output penelitian dan pengembangan.

R BLI-3Rakornis BLI tahun ini mengambil Tema “Re-orientasi BLI” yang ditujukan untuk menginspirasi kita semua dengan kata kunci ‘perubahan’ kebijakan-kebijakan baru untuk memperbaiki kinerja dilingkup Badan Litbang dan Inovasi ataupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara umum. Hal mendasar yang perlu diperhatikan adalah diharapkan bahwa semua kebijakan yang dipublikasikan BLI dan implementasinya harus memiliki mutu yang dapat dipertanggungjawabkan secara scientific. Sehingga dengan demikian tema ini membawa semua warga BLI untuk melakukan pencermatan terhadap seluruh kegiatan BLI dan mengacu kepada Arahan Presiden Republik Indonesia bahwa kebijakan PRINAS (Prioritas Nasional) sebagai ‘garis lurus’ yang dapat diimplementasikan pusat dan daerah. Sedangkan target utama pelaksanaan Rakornis adalah artikulasi kegiatan BLI, membuat positioning BLI terhadap pencapaian Prioritas Nasional. Rakornis ini sangat dibutuhkan oleh BLI maupun instansi terkait dalam hal sinkronikasi, dukungan dan penyelesaian permasalahan baik lingkungan maupun kehutanan. Bappenas pun telah mencanangkan di tahun 2017 supaya BLI lebih meningkatkan hal pengembangan, sehingga yang dihasilkan dapat langsung dirasakan masyarakat banyak.

Berbagai hal yang disepakati dalam Rakornis akan digunakan sebagai acuan pendukung untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkup BLI khususnya dan lingkup KLHK umumnya. Berbagai persoalan mendasar yang dialami oleh setiap Satker di lingkup BLI adalah tidak digunakannya hasil-hasil penelitian dari BLI oleh internal KLHK sendiri (dirjend teknis) maupun di luar instansi KLHK. Sehingga timbul pertanyaan apakah penelitian yang dikerjakan oelah BLI tidak dibutuhkan oleh dirjend teknis atau memang masih harus menunggu beberapa tahun lagi supaya hasil penelitian dan pengembangan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan?. Perubahan proses perencanaan dan sistem anggaran sangat mendasar agar menjadi perbaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Sebuah tradisi bahwa Rakornis BLI dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan untuk penyusunan Rencana Kerja Badan Litbang dan Inovasi dan juga penyusunan Rencana Kerja di masing-masing Satker di lingkup Badan Litbang dan Inovasi. Di hari terakhir kegiatan Rakornis dilakukan penanaman 100 pohon di kawasan Puspiptek Serpong yang dikomandoi oleh Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi.

Kampus BLI Serpong / Puslitbang KLL beralamat di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Kawasan Puspiptek merupakan kumpulan Instansi Pusat Penelitian diantaranya; Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dengan Pusat Pengolahan Limbah Radioaktif, Pusat Material, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, demikian juga Pusat Penelitian di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) seperti: Balai Teknologi Lingkungan, Laboratorium Sumber Daya Energy (LSDE), demikian juga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) seperti Pusat Penelitian Fisika, Kimia, Meteorologi dan Kalibrasi dll.

***EH

R BLI-7 R BLI-6

Comment here