RAPAT KERJA TEKNIS PEMANTAUAN DAN KAJIAN KARAKTERISTIK LOGAM BERAT DI UDARA AMBIEN DI BEBERAPA KOTA DI INDONESIA.

Tangerang Selatan, 11 Juli 2014

SAM_0690Rapat Kerja Teknis (Rakernis) pemantauan dan kajian karakteristik logam berat di udara ambien di beberapa kota di Indonesia telah dilaksanakan di Denpasar-Bali pada tanggal 25-26 Juni 2014. Rakernis yang diselenggarakan oleh Pusarpedal-KLH kerjasama dengan Pusat Sain dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Batan-Bandung dihadiri oleh ±50 peserta perwakilan dari 18 instansi (PPE/BLH Provinsi/BLH Kab/Kota) dan narasumber dari Batan, ITB. Selain menghadirkan narasumber dari dalam negeri, rakernis ini juga dihadiri oleh tenaga ahli dari luar negeri yaitu Prof. Philip K. Hopke expert dari Clarkson University USA, serta narasumber dari Thailand, Vietnam yang bergabung didalam Assessment of impacts of the emission reduction measures of short-lived climate forcers on air quality and climate in Southeast Asia (PEER-SEA SLCP Network).

Kegiatan pemantauan dan kajian logam berat di udara ambien telah dilakukan oleh Pusarpedal-KLH dengan Batan-Bandung sejak tahun 2008, berawal dari kasus pencemaran timbal di Serpong. Kemudian pada tahun 2011 dalam hal Pemanfaatan Iptek nuklir untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup telah ditandatangani kerjasama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Kepala Batan, dan dilanjutkan dengan penandatanganan kerjasama antara Deputi bidang pembinaan sarana teknis lingkungan dan peningkatan kapasitas KLH dengan Deputi Bidang penelitian dasar dan terapan Batan tentang Pengkajian polusi udara dan studi dampaknya di Indonesia melalui karakterisasi, identifikasi sumber, dan pemantauan polusi udara berkelanjutan di kawasan RCA-IAEA menggunakan teknik analisis nuklir. Pada tahun 2012 penandatangan kerjasama antara satuan kerja Pusarpedal dengan PTNBR-Batan Bandung (sekarang PSTNT) mengenai Pemantauan dan Pengkajian Polusi udara serta studi dampaknya di Indonesia melalui karakterisasi dan identifikasi sumber secara berkelanjutan di kawasan RCA-IAEA menggunakan teknik analisis nuklir.

SAM_0666Kegiatan Pemantauan ini membutuhkan kerjasama dengan pelaksana sampling di daerah, melalui koordinasi Pusarpedal dengan PPE/BLH Provinsi/BLH Kab/Kota setempat, hingga saat ini secara bertahap sudah terpasang 16 lokasi sampling yang berlokasi di; PPE Sumatera, PPE Bali Nusra, PPE Sulawesi Maluku, PPE Kalimantan, BLHD Provinsi DKI Jakarta, BPLHD Provinsi Jawa Barat, BLH Provinsi Jawa Tengah, UPT BLH Provinsi Jawa Timur, Bapedalda Provinsi Maluku, BLH Provinsi Sulawesi Utara, BLHP Provinsi Nusa Tenggara Barat, BLH Kota Palangkaraya, BLH Provinsi dan Kota Papua, BLH Provinsi Sumatera Utara, Pusarpedal, dan Batan –Yogyakarta. Dalam hal ini Batan sebagai supporting dalam hal pemanfaatan iptek khususnya teknik analisis nuklir, serta tenaga ahli dalam menganalisis data.

Parameter yang diukur dalan pemantauan yang menggunakan alat “Gent Staked Filter Unit Sampler” ini adalah PM2.5, PM10, Black Carbon, serta ±27 unsur (Al. As, BA, Br, Ca, Cl, Co, Cr, Cu, Fe, Hg, I, K, Mg, Mn, Na, Ni, P, Pb, S, Sc, Si, Se, Sr, Ti, V dan Zn) yang ada di Udara ambien. Untuk analisis unsur menggunakan XRF-Epsilon 5.

Melalui kegiatan ini data yang diperoleh dapat dijadikan sebagai baseline data dan kajian untuk baku mutu logam berat di udara ambien. Mengingat parameter yang baru diatur didalam PP41/1999 tentang pengendalian pencemaran udara baru parameter timbal (Pb). Beberapa manfaat yang telah diperoleh melalui kegiatan ini adalah telah diketahuinya sumber pencemar timbal (Pb) di Serpong Tangerang melalui karakterisasi dan identifikasi sumber pencemar, serta telah dilakukan kajian baku mutu logam berat di udara ambien sebagai masukan PP41/1999.

Pada acara rakernis ini Pusarpedal-KLH menyampaikan program pemantauan dan kajian logam berat di udara ambien. Evaluasi pelaksanaan dan hasil analisis logam berat di 16 kota disampaikan oleh Batan-Bandung. Tambahan wawasan mengenai haze monitoring dari expert luar negeri. Rakernis yang bertujuan untuk mensinergiskan kegiatan yang ada serta mendiskusikan pelaksanaan kegiatan di masing-masing lokasi yang berketempatan alat sampling, diharapkan dalam pertemuan ini setiap peserta mempunyai persepsi yang sama mengenai pentingnya kegiatan ini dan merasakan manfaatnya. Masing-masing daerah diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil kegiatan. Beberapa masukan dan kendala dibahas pada forum diskusi, pada akhir rakernis disimpulkan beberapa hal diantaranya:

  1. Perlunya peningkatan komitmen bagi semua pihak yang terlibat dalam pemantauan dan kajian logam berat di udara ambien ini agar program tahun 2015 lebih baik lagi
  2. Berdasarkan data hasil evaluasi yang disampaikan oleh Batan, diharapkan daerah dapat melakukan sampling dengan baik sesuai jadual yang ditentukan (1×1 minggu) dan mengirimkan filter hasil sampling ke Batan agar analisis dapat segera dilakukan.
  3. Batan berkomitmen untuk melakukan analisis dan memberikan data hasilnya secara cepat apabila ada kondisi urgent, seperti kebakaran hutan, kebutuhan untuk informasi data, dll
  4. MOU atau bentuk kerjasama antar instansi yang terlibat dalam kegiatan ini akan dibicarakan internal KLH, dan dibicarakan sesuai dengan aturan (segi hukum)
  5. Berdasarkan kesepakatan bersama untuk rencana tahun 2015 akan dilaksanakan seminar nasional di Surabaya  yang dikoordinir oleh BLH Prov. Jawa Timur (tentative) dan  masing-masing BLH akan mempresentasikan hasil kegiatannya.
  6. Analisis dan evaluasi data kajian logam berat akan dilakukan di Cipanas-Bogor. (tentative)

SAM_0741 SAM_0737 SAM_0728

(RM)

Comment here