RAPAT KERJA TEKNIS LABORATORIUM LINGKUNGAN TAHUN 2014

“Membangun Komitmen untuk Pengembangan Laboratorium Lingkungan Daerah”

Tangerang Selatan, 30 Juni 2014

RAKERLABLING-2Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Laboratorium Lingkungan tahun 2014 diselenggarakan pada tanggal 24 – 25 Juni 2014 di Jakarta. Rakernis dihadiri sekitar 60 orang yang terdiri dari perwakilan instansi pengelola lingkungan hidup 33 provinsi, Pusat Pengelolaan Ekoregion (PPE) dan unit kerja terkait di KLH.

Kepala Pusarpedal yang baru saja dilantik, Dr. Wahyu Marjaka, menyampaikan laporan pelaksanaan Rakernis Laboratorium Lingkungan. Rakernis ini bertujuan untuk menyampaikan laporan penyelenggaraan Rakernis hasil evaluasi kegiatan Dekonsentrasi Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (Dekon PK SDM) 2013 dan hasil evaluasi pendampingan Laboratorium pilot project 2014 serta rencana penetapan strategi pembinaan Laboratorium yang akan dibina untuk persiapan akreditasi tahun 2015.

RAKERLABLING-1Acara Rakernis Laboratorium Lingkungan dibuka secara resmi oleh Bapak Sekretaris Kementerian (Sesmen) Lingkungan Hidup, Drs. MR. Karliansyah, MS. Pada kesempatan itu, Bapak Sesmen LH menyampaikan pengarahan mengenai kebijakan pembinaan laboratorium daerah. Menyambung pengarahan, Sesmen LH menyampaikan materi pertama yang berjudul kebijakan umum pengembangan laboratorium lingkungan. Pemerintah pusat dan daerah berbagi porsi ruang lingkup pembinaan laboratorium daerah yang meliputi 3 (tiga) hal yaitu:

  1. Kebijakan pengembangan fungsi, yang merupakan tanggung jawab Deputi VII – KLH;
  2. Kebijakan perencanaan pendanaan pemerintah pusat, yang merupakan tanggung jawab Sesmen LH; dan
  3. Kebijakan kelembagaan dan SDM, yang merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Sementara itu, kerangka pendanaan pembinaan laboratorium lingkungan daerah tahun 2015 – 2019 terdiri dari:

  1. Start up funding, didorong untuk sepenuhnya berasal dari pendanaan daerah. Start up funding meliputi mencakup penyediaan lokasi, bangunan dasar, SDM, dan kejelasan kelembagaan.
  2. Pendanaan prasarana dasar dilaksanakan melalui mekanisme DAK dengan ketentuan hanya untuk prasarana yang bersifat dasar, portable dan memenuhi tingkat standar minimum dan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kriteria tertentu.
  3. Pendanaan pengembangan jenis dan peningkatan kualitas prasarana melalui alokasi anggaran APBN.
  4. Pendanaan pengoperasian akan didorong untuk dibiayai penuh dari daerah
  5. Pendanaan pengembangan SDM akan didorong dalam mekanisme kerjasama pusat dan daerah

RAKERLABLING-4Selanjutnya, Kepala Bidang Pengembangan dan Evaluasi Laboratorium Lingkungan Dr. Erini Yuwatini menyampaikan materi evaluasi kegiatan pembinaan SDM laboratorium dan mekanisme pendampingan laboratorium tahun 2015. Rencana pendampingan laboratorium menuju akreditasi tahun 2015 tetap berdasarkan kriteria yang diperketat dibandingkan criteria yang telah ditetapkan untuk tahun 2014. Strategi pendampingan laboratorium tahun 2015 melalui penggolongan laboratorium dalam kategori 1 dan kategori 2. Pada laboratorium kategori 1 dilakukan pembinaan melalui cost sharing antara Pusarpedal – PPE dan laboratorium yang bersangkutan selama 1 (satu) tahun hingga menuju akreditasi. Untuk laboratorium kategori 2 dilakukan pembinaan oleh PPE dan Provinsi dan bersifat multiyears.

Mengacu pada usulan PPE, hasil verifikasi dokumen dan lapangan yang dilakukan Pusarpedal, terpilih 10 (sepuluh) laboratorium daerah yang akan didampingi melalui skema pembinaan di atas. Sepuluh laboratorium usulan akan dibagi menjadi dua kategori. Pemilihan 5 lab untuk kategori 1 antara lain didasarkan atas kemampuan sumber daya Pusarpedal dan RAB definitifmasing – masing laboratorium yang merupakan bukti komitmen laboratorium.

Dari hasil diskusi panel dan umum terkait materi yang disampaikan kedua narasumber, dihasilkan rumusan hasil Rakernis Laboratorium Lingkungan yaitu:

  1. Program pendampingan pembinaan laboratorium percepatan menuju terakreditasi tahun 2015, melalui sharing pendanaan berdasarkan pembagian tugas antara Pusarpedal dan PPE terkait serta difokuskan pada laboratorium yang memenuhi kriteria laboratorium kategori 1 (pendampingan selama 1 tahun), yang ditetapkan dan memiliki komitmen.
  2. Program pendampingan pembinaan laboratorium percepatan menuju terakreditasi untuk kategori 2 dilaksanakan oleh PPE, Provinsi dan Kabupaten/kota melalui sharing pendanaan.
  3. KLH akan menyampaikan surat edaran ke pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan pembinaan laboratorium lingkungan daerah melalui pembinaan reguler dan program pendampingan dalam rangka percepatan laboratorium menuju terakreditasi.
  4. Usulan calon laboratorium pendampingan percepatan menuju terakreditasi tahun 2015 yang memenuhi kriteria adalah:

RAKERLABLING-3a.  Lab. BLH Kab. Sukabumi, Jawa Barat

b.  Lab. BLH Kab. Tanah Laut, Kalimantan Selatan

c.  Lab. BLH Kab. Sintang, Kalimantan Barat

d. Lab. BLH Kab. Tapin, Kalimantan Selatan

e.  Lab. BLH Kab. Cilacap, Jawa Tengah

f.  Lab. BLH Kab. Barito Utara, Kalimantan Tengah

g.  Lab. BLH Kab. Tuban, Jawa Timur

h.  Lab. BLH Provinsi DIY, DIY

i.   Lab. BLH Kab. Sidoarjo, Jawa Timur

j.   Lab. BLH Kota Probolinggo, Jawa Timur

Dari 10 laboratorium dipilih 5 laboratorium yang akan didampingi selama tahun 2015, sedangkan laboratorium lainnya masuk kategori 2 yang akan dibina oleh PPE dan provinsi sebagai laboratorium yang siap dibina melalui pendampingan.

(RR)

Comment here