RAKERNIS PEMANTAUAN KUALITAS AIR SUNGAI DI 33 PROVINSI DI INDONESIA

Tangerang Selatan, 20 Desember 2013

rakertek 1Tangerang, 2-4 Desember 2013 di Convention Hall-Great Western Hotel telah dilakukan rakernis pemantauan kualitas air sungai 33 provinsi di Indonesia, acara ini dihadiri oleh ±90 orang yang terdiri dari 2 orang perwakilan dari BAPEDAL/BLHD/BPLHD/BLH di 33 provinsi di Indonesia, perwakilan dari Pusat Pengelolaan Ekoregion,beberapa Asdep di lingkungan KLH, serta perwakilan dari Kabupaten/Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Bogor.

Rakernis dibuka oleh DeputiBidang Pembinaan Sarana Teknis Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas –KLH, Dr. Henry Bastaman, MEM. Didalam sambutannya Bapak Deputi menyampaikan bahwa dekonsentrasi merupakan pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke provinsi salah satunya dalam hal pemantauan kualitas sungai yang pada hari ini dilakukan. Kemudian Bapak Deputi menyampaikan keprihatinan beliau tentang berita hasil pemantauan Blacksmith (NGO International)menyatakan bahwa Sungai Citarum termasuksungai yang paling tercemar didunia. Hal ini tentu menjadi pertanyaan publik apakah selama ini pemantauan yang dilakukan terhadap Sungai Citarum apakah tidak dipublikasikan,bagaimana hasil pemantauan yang dilaksanakan oleh KLH dan 33 provinsi termasuk BPLHD Prov. Jawa Barat, bagaimana hasil pemantauan yang telah dilakukan selama ini oleh banyak instansi yang telah dilakukan, kemana data yang telah dihasilkan, dan data mana yang digunakan oleh dunia internasional tersebut. Dari kasus ini dapat menjadi pelajaran untuk publikasi sangat penting sehingga 68 sungai yang dipantau pada kegiatan PKA 33 provinsi dapat dibuatkan status masing-masing sungai yang dipantau dan dipublikasikan. Forum ini semakin berkualitas setiap tahunnya dengan progres lebih berkualitas karena melihat saran dari peserta untuk mengekspos hasil pemantauan kita ini. Memang disemua instansi hanya KLH yang telah mengkoordinir dan ikut melakukan pemantauan kualitas sungai di 33  provinsi dengan secara intensif selama 6 tahun. Maka tahun depan th.2014 perlu dipersiapkan SDM, laboratorium, dan mekanisme pemantauan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rakernis pada hari ini dilakukan untuk mengevaluasi data yang dihasilkan oleh 33 Provinsi yang terlibat didalam rakertek 3kegiatan pemantauan sungai di daerah masing-masing. Selain evaluasi pelaksanaan PKA 33 provinsi tahun 2013, pada rakernis ini juga disampaikan  pembinaan terhadap peningkatan pelaksanaan PKA khususnya analisis laboratorium, analisis data dan solusinya, study kasus pelaksanaan PKA di beberapa provinsi, mekanisme sistem informasi lingkungan hidup, pengembangan sistem database dan pengelolaan data lingkungan, serta diskusi kelompok yang bertujuan untuk mengevaluasi data masing-masing provinsi.Sehingga pada akhir diskusi rakernis evaluasi pemantauan kualitas air sungai 33 Provinsi, dirumuskan ha-hal sebagai berikut:

  1. Perlunya peningkatan komitmen bersama dalam melakukan Pemantauan Kualitas Air Sungai pada tahun 2014 merujuk pada  petunjuk pelaksana dalam rangka implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Dekonsentrasi Bidang Lingkungan Hidup Tahun 2014, terkait dengan:frekuensi 5 kali; periode pada bulan April, Mei, Juni, Agustus, Oktober; waktu antara tanggal 5 sampai 25 pada bulan yang telah ditetapkan (sesuai dengan Juknis); jumlah titik sampling sekurang-kurangnya 6 lokasi (mewakili hulu, tengah dan hilir); jumlah dan jenis parameter kesepakatan yang dianalisis 21 (termasuk pengukuran debit), masing-masing provinsi dapat menambahkan parameter sesuai dengan kondisi daerah; verifikasi data hasil pengujian sebelum dilaporkan ke Pusarpedal.
  2. Digunakan laboratorium yang telah terakreditasi dan atau teregistrasi oleh badan yang berwenang (KAN, KLH).
  3. Dilakukannya pembinaan kompetensi bagi personil BAPEDAL/BLHD/BPLHD/BLH Provinsi yang bertanggungjawab pada kegiatan pemantauan kualitas air secara bertahap.
  4. Provinsi menyetujui status  mutu air sungai hasil pemantauan dengan dana dekonsentrasi yang sudah ditetapkan oleh KLH pada saat pelaksanaan rapat kerja teknis PKA Nasional.
  5. Publikasi data dan status kualitas air sungai hasil pemantauan dengan dana dekonsentrasi di Indonesia setiap tahun melalui laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia (SLHI).

(HW)

Comment here