BIMBINGAN TEKNIS PENGUJIAN PARAMETER KUALITAS AIR

Tangerang Selatan, 8 Oktober 2013

Dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan teknis dan manajemen Sumber Daya Manusia laboratorium serta dapat mengoptimalkan sarana dan prasarana yang telah dimiliki untuk menjadikan laboratorium tersebut sebagai laboratorium pengujian parameter kualitas lingkungan (Permen-LH No. 06 Tahun 2009, Tentang Laboratorium Lingkungan Hidup).

Pusarpedal pada akhir bulan September dan Oktober ini melaksanakan Bimbingan Teknis Laboratorium Lingkungan bekerjasama dengan beberapa BLH Provinsi, diantaranya BLH Provinsi Bali, BLH Provinsi Banda Aceh,BLH Provinsi Kalimantan Timur, dan Baristan Industri Padang melaluiBimtek Pengujian Parameter Kualitas Air Tingkat Dasar. Provinsi Bali mengikutsertakan 12 peserta, BLH Banda Aceh 5 peserta dan BLH Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara 14 peserta. Sedangkan Baristan Industri Padang dengan 2 peserta melalui Bimtek Teknik Sampling & Analisa Kualitas Udara Emisi Sumber Tidak Bergerak.

Tujuan daripada Pelaksanaan Bimbingan Teknis ini diharapkan nantinya dapat menutupi/memenuhi kebutuhan SDM sehingga setelah selesai mengikuti pelatihan dapat mengoperasikan peralatan yang ada, minimum dapat melakukan pengukuran parameter yang paling sederhana terhadap pemantauan kualitas lingkungan.

Dalam sambutannya, Kepala BLH Provinsi Kalimantan Timur menyatakan,” Berdasarkan evaluasi kinerja yang dilakukan BLH Provinsi Kalimantan Timur, pemanfaatan sarana dan prasarana laboratorium bantuan DAK-LH oleh Kementerian Lingkungan Hidup, menunjukan bahwa belum semua daerah memiliki SDM yang siap untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan peralatan laboratorium dengan baik, sehingga perlu dilakukan peningkatan kapasitas SDM melalui Pelatihan ataupun Bimbingan Teknis seperti sekarang ini”. Lanjutnya, “ Pemerintah Daerah yang menghadapi langsung dengan permasalahan tersebut, hendaknya kita lebih tanggap dan proaktif dalam menyelesaikan setiap kasus-kasus lingkungan secara adil dan bijaksana, transparan, terbuka, tentunya melalui penegakan hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya baik secara ilmiah maupun secara hukum. Untuk itu diperlukan peran aktif laboratorium lingkungan yang terakreditasi dan terintegrasi, guna menjamin akuntabilitas jasa pengujian parameter kualitas lingkungan yang memenuhi kompetensi.”

(HW)

Comment here